Miliki Elektabilitas Tertinggi, Trust Indonesia Sebut Agung Nugroho Layak Dapat Dukungan PKS Maju Wa
Kamis, 04-07-2024 - 16:40:10 WIB
riau12.com PEKANBARU - Lembaga Survei Trust Indonesia telah melaksanakan survei secara langsung (offline) selama empat hari, dari tanggal 24 hingga 27 Juni 2024.
Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai pemilihan kepala daerah di Kota Pekanbaru.
Direktur Riset Trust Indonesia, Ahmad Fadhli kepada CAKAPLAH.com, Kamis (4/7/2024) mengatakan survei ini melibatkan populasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru dan yang memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 1.200 orang. Responden tersebut dipilih secara bertahap dalam dua tingkatan berdasarkan nama dan alamat, dengan basis Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage sampling dengan margin of error sebesar ±2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Setiap responden diwawancarai secara langsung oleh surveyor profesional yang terlatih menggunakan metode face to face.
Untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan, Trust Indonesia melakukan Quality Control I sebanyak 100% dari total jumlah sampel. Hal ini dilakukan dengan mendokumentasikan setiap responden yang diwawancarai menggunakan aplikasi time stamp camera berbasis GPS.
Selain itu, Quality Control II dilakukan secara acak sebanyak 20% dari total jumlah sampel dengan cara mengunjungi kembali responden terpilih dan mengkonfirmasi ulang hasil wawancara, yang disebut hot spot checking.
Hasilnya, kata Ahmad Fadhli popularitas dan elektabilitas Agung Nugroho yang tertinggi dibandingkan calon lain menjadi pertimbangan banyak partai dalam memberi dukungan politik.
“Survei kami (Trust Indonesia) menunjukkan Agung Nugroho menjadi figur yang memiliki popularitas dan elektabilitas paling tinggi sebagai Walikota pekan baru. Dalam konteks popularitas, nilainya bahkan mencapai angka 92,4 persen. Sementara pada aspek elektabilitas (tertutup) angkanya sudah berjumlah 41,3 persen. Inilah alasan utama mengapa banyak partai mudah memberikan dukungan,†ujar Fadhli, Kamis (4/7/2024).
Apalagi merujuk survei, ungkap Fadhli, Agung Nugroho juga memiliki dukungan pemilih tetap (strong voters) yang besar. Rata-rata responden yang menjadi pemilih tetap Agung Nugroho, kata dia, berjumlah sekitar 38 persen.
Itu artinya sebagian besar pemilih Agung Nugroho tidak akan mengubah pilihannya hingga waktu pelaksanaan Pilkada November mendatang.
“Strong voters Agung Nugroho pun menjadi paling tinggi dibandingkan dengan kandidat lain. Dia memang punya modal yang sangat besar untuk memenangkan Pilkada Kota Pekanbaru kali ini. Dia hanya butuh bekerja sedikit lagi untuk menyempurnakan keterpilihannya," cakapnya lagi.
Berdasarkan hasil riset, Fadhli menjelaskan sebagian besar responden juga menjadikan karakter kepemimpinan sebagai alasan utama dalam memilih Walikota Pekanbaru. Sebanyak 45,3 persen responden menyatakan karakter kepemimpinan merupakan alasan dan pertimbangan utama dalam memilih Walikota.
“Sebanyak 19,5 persen responden menyatakan kapasitas yang dimiliki sebagai alasan utama memilih Walikota. Sementara 11,3 responden lainnya menjadikan latarbelakang kepemimpinan sebagai alasan memilih Walikota Pekanbaru,†tutur dia.
Dengan hasil survei ini, kata Fadhli, selain beberapa partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Agung Nugroho, salah satu partai yang juga dinilai pas untuk mendukung Agung adalah PKS. Apalagi PKS juga tertarik untuk mengusung figur yang memiliki elektabilitas tinggi.
Seperti diketahui, Agung Nugroho yang juga ketua DPD Partai Demokrat Riau, sudah mengantongi dukungan dari Partai Hanura dan Gerindra. Jika mendapatkan tambahan tiket dari PKS, Agung Nugroho kini sudah memiliki 25 kursi dan memenuhi syarat untuk maju sebagai Calon Walikota Pekanbaru.
Dalam survei Trust Indonesia yang berlangsung 24-27 Juni 2024 tersebut, nama Agung Nugroho teratas, baru disusul oleh Mantan Pj Walikota Muflihun dan Muhammad Iksan.
sumber : cakaplah
Komentar Anda :