www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Singgung Potensi Defisit Anggaran Program Makan Siang Gratis, Gibran: Akan Didiskusikan Kembali
Kamis, 29-02-2024 - 10:00:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA– Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka beri tanggapan terkait Bank Dunia yang ikut menyoroti program makan siang gratis. Disinggung soal hal tersebut, Gibran mengaku berterima kasih atas segala masukan yang diberikan oleh bank dunia.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mengatakan semua program hingga visi misi telah melalui proses diskusi. Namun, ia tak bisa menjelaskan dengan rinci dengan alasan dirinya dan capres Prabowo Subianto belum resmi dilantik. 

“Ya terima kasih atas masukannya, World Bank ya? Yang namanya program, visi misi ya pasti sudah didiskusikan, tapi tidak bisa dipaparkan sekarang, karena apa? aku ini masih walikota," katanya di Balai Kota Solo, Rabu (28/2/2024). 

Disinggung soal potensi defisit dari anggaran makan siang gratis sebesar Rp 15 ribu per anak, Gibran mengatakan akan didiskusikan kembali. Ia mengatakan jika ada masukan akan melakukan evaluasi terkait besaran anggaran. 

"(Besaran Rp 15 ribu per anak) Nanti akan diskusikan lagi, jika ada masukan dari warga akan dievaluasi lagi ya. (Defisit APBN) ya nanti akan dibicarakan lagi, gitu nggih," katanya mengakhiri. 

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai Program Makan Siang Gratis perlu direncanakan dengan matang, khususnya pada aspek anggaran.

Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.

"Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan," kata Satu Kahkonen di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut Program Makan Siang Gratis dari pemerintah.

"Kami masih menantikan (rincian Program Makan Siang Gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3 persen dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan," katanya.

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Singgung Potensi Defisit Anggaran Program Makan Siang Gratis, Gibran: Akan Didiskusikan Kembali
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved