www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Cak Imin Sorot Pengangguran di Mana-mana, Janjikan Buka 15 Juta Lapangan Kerja
Selasa, 30-01-2024 - 13:03:52 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Tegal - Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyorot pengangguran di mana-mana. Cak Imin menjanjikan membuka 15 juta lapangan pekerjaan.

"Kita lawan mafia. Mas Anies dan saya akan pimpin langsung untuk berantas mafia. Sopo seng kek nganggur? Loh kok akeh. Ini tidak boleh dibiarkan ini harus dilakukan perubahan. Harus dilakukan perubahan. Mas Anies dan saya yang akan memimpin perubahan. Kami tidak mau ambil diam. Kami akan turun tangan. InsyaAllah 15 juta lapangan kerja kita buka untuk warga Indonesia," kata Cak Imin dalam kampanye akbar di Lapangan Pendawa, Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (30/1/2024).

Cak Imin mengungkapkan masih banyak petani yang diabaikan oleh pemerintah. Dia pun meminta pendukungnya untuk memberikan dukungan agar bisa menciptakan perubahan.

"Petani kok diabaikan. Ngawur apa ngawur? Petani disia-siakan. Coblos nomor satu. Pengangguran dimana-mana, lakukan perubahan. Kalau saya bilang AMIN jawab menang? Perubahan? AMIN. AMIN menang-menang?," ungkap Cak Imin.

Cak Imin menyampaikan penyebab petani kesulitan pupuk hingga banyaknya pengangguran akibat pemerintah yang lalai.

"Ini semua karena kepemimpinan yang lalai. Mau dilanjutkan? Mau diteruskan? Lah wo kok ono seng gelem mau melanjutkan. Coblos nomor satu. Moso koyok ngono mau dilanjutkan. Ngawur kok dipelihara. Katanya kemiskinan turun, ternyata kemiskinan diturunkan. Menang nomor satu," sebut Cak Imin.

Dia juga kembali menyebut masih ada wasit yang merangkap sebagai pemain. Dia pun menegaskan hal tersebut tidak boleh dilakukan. Dia menekankan akan lebih banyak mendengarkan rakyat dan menggunakan ilmu pengetahuan dalam menjalankan pemerintahan jika terpilih.

"Dulur dulur semua yang saya cintai. Problem utama pemain merangkap wasit. Seng gawe aturan merangkap wasit. Pemain tidak boleh ikut aturan. Rakyat yang jadi penentu pembuat aturan. Saya dan Mas Anies pokoknya sepakat mendengarkan dua pihak. Pertama rakyat, kedua mendengarkan ilmu pengetahuan," ucap Cak Imin.

"Saya ketemu porter di stasiun, cleaning service di Bandara. semuanya menyatakan perubahan. Perubahan suara rakyat. Perubahan tuntutan rakyat. Perubahan kehendak rakyat. Mari kita wujudkan," imbuhnya

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Cak Imin Sorot Pengangguran di Mana-mana, Janjikan Buka 15 Juta Lapangan Kerja
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved