www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
KPU Siak Temukan Sejumlah Surat Suara Rusak Selama Proses Pelipatan
Selasa, 09-01-2024 - 18:15:39 WIB

TERKAIT:
   
 

riau12.com SIAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan sekitar 200 surat suara, yang rusak, selama proses pelipatan surat suara pemilu 2024 yang dimulai 7 Januari kemarin.

“Rusaknya seperti sobek, bolong, bercak warna yang mengenai kolom caleg atau gambar untuk kertas suara DPD,” kata ketua KPU Siak Ahmad Rizal, Selasa (9/1/24), ditemui saat meninjau proses pelipatan di gedung Sport Hall Siak.

Ahmad Rizal melakukan monitoring pelipatan surat suara bersama anggota KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi, dan Kasubag Pengawasan Bawaslu Siak Suhartoyo.

Rizal mengatakan, surat suara yang rusak, akan disortir oleh petugas, dan akan disampaikan ke KPU Riau, dan kemudian akan diganti dengan kertas surat suara yang baru.

“Untuk proses pelipatan, sebanyak 250 orang tenaga yang kita siapkan. Mereka bekerja dari jam 8.00 WIB pagi hingga 12.00 WIB. Kemudian dilanjutkan jam 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, jika mereka mau bekerja malam, kita siapkan waktu mulai pukul 19.00 WIB-22.00 WIB,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, hingga hari ini, surat suara yang sudah dilipat sudah 400 ribu lembar.

“Untuk surat suara DPR RI sudah siap dilipat, saat ini surat DPD RI yang dalam proses pelipatan. Mereka bekerja satu Minggu sejak 7 Desember kemarin,” jata Rizal.

Rizal mengatakan, KPU sudah menerima hampir semua logistik, seperti surat suara untuk Presiden RI, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, kotak suara, bilik suara, dan lainnya.

“Yang belum kita terima, kertas surat suara untuk DPRD Kabupaten dan sampul. Kita masih menunggu,” jata Rizal.

Rizal mengatakan, proses ketibaan logistik dari pelabuhan Pelindo hingga saat ini di gudang, dilakukan penjagaan yang ketat dari Polri.

Rizal mengatakan, untuk pengamanan yang lebih ekstra, logistik yang tersimpan di gudang, juga ditutupi dengan terpal.

“Untuk kemungkinan, terjadi jika ada kebocoran atap di gudang ini, kami tutup logistik ini dengan terpal,” katanya.

Sementara itu, komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto mengatakan, Siak merupakan kabupaten pertama yang ia lakukan monitoring.

“Saya memantau proses pelipatan surat suara mulai kemarin, dan berjalan dengan baik. Saya melihat cara kerja mereka, mulai dari mereka masuk, tidak ada membawa atribut berbahaya seperti air, makanan, apalagi benda tajau atau alat yang bisa mencoblos. Mereka steril,” kata Nugroho.

Nugroho memuji cara kerja yang dilakukan KPU Siak ke petugas pelipatan surat suara.

“Cara mereka bekerja sudah tersistem, sehingga dugaan kesalahpahaman kerja diharapkan tidak terjadi,” katanya.

Nugroho mengatakan, untuk kategori surat suara yang rusak juga dilakukan dengan sistem yang baik.

“Semua dilibatkan, dari KPU sampai level kasubag dilibatkan untuk menentukan kategori surat suara yang rusak. Selain itu juga tentu melibatkan Bawaslu,” terangnya.

Nugroho menyebutkan, selama monitoring petugas yang bekerja tepat waktu, waktu kerja sudah diatur, waktu pulang juga sudah diatur. Tidak ada yang memulai sebelum yang lain memulai.

“Saya melihat SOP sudah berjalan dengan baik, kita doakan proses sortir dan pelipatan bekerja dengan baik,” terang Nugroho.

Terpisah, salah seorang petugas pelipatan surat suara Surya Haryati mengatakan, dalam satu hari, ia bisa melipat surat suara sebanyak 1 kardus lebih.

“Satu hari lebih satu kardus, dalam satu kardus itu isinya 500 surat suara,” kata Surya Haryati, warga Kelurahan Sungai Mempura itu.

Ia mengatakan, untuk surat suara presiden ia menerima upah per lembar Rp 200, sedangkan untuk surat suara DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten ia menerima upah per lembar Rp 275.

Selama 3 hari kerja, ia telah menemukan 2 surat suara yang rusak.

“Yang rusak, kita laporkan ke petugas KPU. Mereka yang menyisihkan,” katanya.

Dua kertas tersebut katanya, ditemukan dengan kondisi sobek memanjang.***(adji)

Sumber : riauterkini



 
Berita Lainnya :
  • KPU Siak Temukan Sejumlah Surat Suara Rusak Selama Proses Pelipatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved