www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Dewan Riau Pastikan Tidak Coret Usulan Tim Transisi Penyusunan APBD 2019
Kamis, 24-01-2019 - 12:45:12 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com, PEKANBARU-Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman memastikan pihaknya tidak mencoret usulan tim transisi pada penyusunan APBD 2019. Bahkan dirinya menyayangkan pernyataan pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang menyebut DPRD mencoret usulan tersebut. Padahal menurut dia, yang melakukan pengurangan dan penambahan belanja adalah TAPD. Bukan DPRD.

"Saya tanya sekarang siapa yang mencoret usulan? Pemprov jangan buang badan. Jangan karena takut pemerintahan baru, takut diganti lalu buang badan" sebut Noviwaldy, Rabu (23/1) siang.

Ia menjelaskan mekanisme penyusunan APBD 2019 lalu. Di mana DPRD telah membuka kesempatan bagi tim transisi untuk memasukkan usulan melalui TAPD. Karena sesuai aturan, lanjut dia, dalam pembahasan APBD dewan hanya membahas dengan TAPD.

"Makanya kemarin kami sudah persilakan. Kalau mau diskusikan tim transisi dengan TAPD," paparnya.

Dalam perjalanan pembahasan pihaknya telah menanyakan kepada TAPD, apakah sudah memasukkan usulan tim transisi. Kemudian pada saat itu, TAPD yang diwakili Ahmad Hijazi menyebut sudah memasukkan. Atas dasar itu dirinya berang telah dituduh mencoret usulan tim transisi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

"Saya berani bukakan video waktu kami rapat dengan TAPD. Bahkan yang mengurangi belanja itu TAPD, bukan kami. Karena kesanggupan APBD kita dari awal memang harus dikurangi 10 persen. Mereka itu yang mengurangi, bukan kami. Saya berani bukakan video waktu rapat itu. Jadi TAPD jangan buang badan," tukasnya.

Atas permasalahan itu, Dedet, begitu sapaan akrab Politisi Demokrat itu meminta agar Gubernur terpilih tidak mendengarkan bisikan dari orang yang tidak bisa dipercaya. Bila perlu, Gubernur terpilih diminta datang ke DPRD untuk menyaksikan video rapat pembahasan APBD. Sehingga seluruh tuduhan bahwa DPRD mencoret usulan tim transisi bisa menjadi terang benderang.

Diberitakan sebelumnya, gubernur terpilih Syamsuar sempat menyinggung terkait programnya yang tidak diakomodir pada APBD Riau 2019. Padahal, pada saat penyusunan, tim transisi sudah ikut saat pembahasan. Syamsuar menyebut, saat pilgub Riau selesai, dirinya diundang secara terhormat oleh Gubernur Riau Andi Rachman kala itu untuk duduk bersama, dalam rangka membahas program apa yang akan dilaksanakan pada 2019.

"Namun pertengahan jalan, Pak Andi Rachman mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI," kata Syamsuar dalam Bedah APBD Riau 2019 yang bertema "APBD untuk Sejahterakan Masyarakat Riau" di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Selasa (22/1).

Kemudian, hal yang sama juga dilakukan di masa Wan Thamrin Hasyim. Syamsuar dan tim transisi didudukkan dalam satu forum bersama seluruh OPD di lingkungan Pemprov Riau. Mereka membahas agar program Syamsuar diakomodir di dalam APBD Riau 2019.

"Tim transisi kami, diberikan kesempatan. Jadi saya menepis adanya indikasi dendam politik dalam pembahasan APBD 2019," kata Syamsuar.

Artinya, program Syamsuar sudah diakomodir ketika pembahasan Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TAPD). Tapi ketika pembahasan di DPRD, program tersebut dihilangkan.

Sementara itu, Ahmad Hijazi mengak, juga sudah mengakomodir usulan tim transisi di APBD Riau 2019. Dia telah memberikan ruang kepada tim transisi untuk menyampaikan keinginan gubernur terpilih.

"Saya rasa komunikasi politik yang kita bangun sudah berusaha bagaimana sebaik mungkin. Memang ada banyak pandangan terhadap masalah ini, misalnya pada saat pembahasan Perda RPJMD sudah jelas arah kebijakan dan target yang ingin dicapai," ungkap Hijazi seperti dilansir riaupos.co.

Dia menjelaskan, polemik soal keberadaan tim transisi memang karena momentumnya belum beruntung. Karena proses Pilgub Riau ketika itu belum selesai. Sementara KUA-PPAS untuk APBD 2019 sudah masuk ke DPRD dan dibahas. Artinya, menurut Hijazi, tidak ada indikasi dendam politik seperti kabar yang beredar antara Syamsuar dan Andi Rachman yang ketika itu masih menjabat sebagai Gubernur Riau.



 
Berita Lainnya :
  • Dewan Riau Pastikan Tidak Coret Usulan Tim Transisi Penyusunan APBD 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved